9 Mar 2013

The Bedside, Bathtub & Armchair Companion to Agatha Christie

Judul: The Bedside, Bathtub & Armchair Companion to Agatha Christie
Pengarang: Dick Riley, Pam McAllister
Penerbit: Continuum International Publishing Group Ltd.
Tebal: 373 halaman
Terbit: 01 Oktober 2001



Merupakan edisi revisi ketiga dari buku berjudul sama yang terbit tahun 1979, menurut saya sih buku ini lebih cocok disebut sebagai 'panduan kilat' untuk mengenal Agatha Christie :D Disusun oleh Dick Riley dan Pam McAllister, The Bedside, Bathtub & Armchair Companion to Agatha Christie memuat sinopsis hampir semua novel, lakon teater dan cerita pendek karya sang Ratu Cerita Kriminal yang ditulis oleh hampir 60 orang kontributor dari berbagai profesi:  mulai dari penulis sampai supir taksi. Tapi tenang saja. Tidak ada satu pun yang membocorkan siapa si pelaku kejahatan dari masing-masing karya.

Selain sinopsis, cukup banyak features menarik yang bisa dinikmati dalam buku ini. Ada yang membahas ritual minum teh di Inggris, senjata-senjata pembunuhan hingga latar belakang para korban yang berjatuhan dalam novel-novel kriminal Christie. Favorit saya adalah sepucuk surat yang seolah-olah ditulis oleh Hercule Poirot untuk seorang kenalan yang berniat menghabiskan akhir pekan di sebuah country house di Sussex. Nah, Monsieur Poirot menasihati supaya sang kenalan berhati-hati pada bagian-bagian tertentu rumah seperti kamar tidur, ruang duduk, perpustakaan dan banyak lagi. Yang kocak, Poirot selalu mengambil referensi dari karya-karya Christie setiap menjelaskan betapa berbahayanya suatu bagian rumah. Misalnya:

Now, be careful of the parlor, the sitting room. Why, you ask? I will tell you. Do you recall the cas of M. Shaitana in Cards on the Table? Quietly he sits in his favorite chair and then -voila- he is dead, stabbed. Most regrettable. You recall the parlor in The Clocks - just where the poor victim died. And Mrs. McGinty, humble cottage, humble parlor - no protection. We know, do we not, that Mrs. McGinty's Dead?

Yah, kesimpulan dari seluruh isi surat Poirot adalah: Tidak ada satu pun bagian yang aman dari sebuah country house di Inggris ^^

Masih kurang? Ada profil Hercule Poirot, Miss Marple dan duo detektif Tommy-Tuppence Beresford (sayang tidak ada pembahasan tentang Mr. Quin...), film-film yang diangkat dari novel Christie dan cerita di balik layar. Tahukah kalian bahwa Sean Connery, sang James Bond pertama, ternyata pernah ikut membintangi versi film dari Murder on The Orient Express dan kabarnya ia sempat menggerutu karena ia dan sejumlah nama besar lainnya yang terlibat hanya seperti pajangan gara-gara porsi dialog terbesar jatuh pada Albert Finney yang memerankan Hercule Poirot? :D

OK. Sepertinya cukup sampai di sini saja saya menggambarkan isi The Bedside, Bathtub & Armchair Companion to Agatha Christie. Secara umum saya cukup puas dengan buku ini, walau mungkin akan lebih baik kalau ada satu-dua halaman berwarna di dalamnya (seluruh isi buku disajikan dalam format hitam-putih). Berhubung di rumah tidak ada bathtub dan armchair, maka saya harus puas menikmati buku ini sebagai teman (companion) pengantar tidur dan alhasil tangan pun jadi lumayan pegal karena ukurannya yang  lumayan besar. Entah apakah sensasinya akan berbeda bila dibaca di bathtub atau armchair?

2 komentar:

  1. jadi penasaran nihh...biarpun keliatannya masih ada kekurangan di sana-sini, sepertinya buku2 tentang Agatha Christie tetep menarik untuk dibaca yaaa (apalagi ada Poirotnya hihihi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan banget kok :) Walau saya bingung kenapa para responden yg diwawancara di buku ini jarang yang suka pasangan Tommy dan Tuppence XD

      Hapus