29 Jun 2013

Partners in Crime (Pasangan Detektif)





Judul: Partners in Crime
Judul Terjemahan: Pasangan Detektif
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Maria Mareta
Tebal: 312 halaman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: April 2012 (cetakan keempat)


Partners in Crime (terbit di Indonesia dengan judul Pasangan Detektif) adalah karya kedua Dame Agatha Christie yang menampilkan pasangan detektif Tommy dan Tuppence Beresford. Berbeda dengan pendahulunya, The Secret Adversary (Musuh Dalam Selimut), Pasangan Detektif yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1929 ini adalah kumpulan cerita pendek yang sebelumnya dimuat bersambung di beberapa majalah (terutama The Sketch) sepanjang rentang tahun 1923-1928. Setelah diadakan beberapa perubahan (antara lain mengatur kronologi cerita), total terdapat 17 cerita yang dimuat dalam novel ini. Satu hal yang menarik: Masing-masing cerita terinspirasi oleh karakter/novel detektif karya pengarang terkenal lainnya.

Oh ya. Supaya tidak terlalu mengumbar spoiler, saya hanya akan mengulas beberapa cerita saja :)

Mrs. Beresford menarik napas panjang dan menguap.
"Mudah-mudahan akan terjadi sesuatu," katanya.
Suaminya memandang tidak setuju.
"Hati-hati, Tuppence. Keinginanmu akan sensasi kotor ini membuatku cemas."


1. Peri di Dalam Rumah (A Fairy in the Flat)
Referensi: Malcolm Sage, detective (1921) karya Herbert George Jenkins

Enam tahun berlalu sudah sejak pernikahan Tommy dan Tuppence. Meski pernikahan mereka bahagia, pasangan suami-istri ini (terutama Tuppence) sesekali masih merindukan masa-masa saat mereka masih aktif dalam kegiatan detektif. Sampai suatu hari, datang tawaran dari Mr. Carter (sahabat lama sekaligus bos mereka) untuk mengambil alih sebuah biro detektif yang sudah nyaris ambruk, Blunt's International Detective Agency (selanjutnya akan saya sebut Kantor Detektif Internasional)

Pemilik asli biro, Mr. Blunt, dicurigai terlibat dalam kegiatan mata-mata. Mr. Carter meminta Tommy menyamar sebagai Mr. Blunt untuk melacak surat biru yang mencantumkan angka 16 di bawah perangko. Mereka juga harus mewaspadai siapa saja yang menyebut-nyebut angka tersebut. Tentu saja tawaran ini disambut dengan sukacita oleh Tommy dan, sudah pasti, Tuppence.


2. Sepoci Teh (A Pot of Tea)
Referensi: Sama dengan di atas.

Tommy dan Tuppence resmi memulai tugas mereka dengan identitas baru: Mr. Blunt dan sekretarisnya, Miss. Robinson. Bayangan Tuppence akan kasus-kasus sensasional tampaknya masih harus menunggu karena kebanyakan klien  yang datang hanya menyodorkan masalah itu-lagi-itu-lagi: Perceraian. Harapan datang saat Lawrence St. Vincent, kemenakan sekaligus ahli waris Earl of Cheriton. St. Vincent meminta bantuan mereka untuk melacak Janet, seorang gadis biasa yang dicintainya. Alasan St. Vincent mendatangi kantor Detektif Internasional karena Janet sempat menyebut-nyebut tempat itu sebelum hilang tak tentu rimbanya. Sanggupkah Tommy dan Tuppence menemukan Janet sekaligus mempromosikan kantor detektif mereka?


3. Kisah Mutiara Merah Muda (The Affair of Pink Pearl)
Referensi: karakter detektif Dr. Thorndyke karya R. Austin Freeman

Salah seorang tamu yang menginap di rumah keluarga Kingston Bruce di Wimbledon kehilangan mutiara merah muda yang berharga. Karena tidak mau memanggil polisi dan atas rekomendasi dari Lawrence St. Vincent, Kolonel Kingston Bruce mengutus putrinya untuk minta bantuan kantor Detektif Internasional. Antara seorang wanita bangsawan yang diduga mengidap klepotomania dan seorang pemuda sosialis yang tak disukai tuan rumah, siapa kiranya yang mencuri mutiara tersebut?

4. Petualangan Lelaki Jahat (The Adventure of Sinister Stranger)
Referensi: Detektif bersaudara Francis dan Desmond Okwood rekaan Valentine Williams.

Akhirnya surat biru dengan angka 16 di bawah perangko yang ditunggu-tunggu datang juga. Namun, niat T & T menyelidiki surat itu terganggu oleh kedatangan Dr. Charles Bower. Bower mengaku beberapa kali menerima panggilan pasien palsu dan dokumen-dokumen kerjanya diobrak-abrik. Ia curiga seseorang mengincar dokumen mengenai alkaloid yang akan sangat berbahaya bila jatuh ke tangan yang salah dan meminta Tommy untuk menyelidiki. Tapi Inspektur Dymcurch dari Scotland Yard yang datang belakangan mencegah kepergian Tommy dan berkata itu hanya pancingan supaya T & T meninggalkan kantor mereka dan pihak yang mengincar si surat biru bisa dengan leluasa mengambilnya. 



5. Menyiasati Sang Raja (Finessing The King)
Referensi: The Clue in the Air (1971) karya Isabel Ostrander dan pasangan detektif Tommy McCarty dan Denis Riordan.

Tuppence yang sedang bosan menemukan iklan menarik di surat kabar Daily Leader berbunyi: 'Aku ingin tiga hati, 12 trick. As sekop. Perlu untuk menyiasati Raja.' Dengan alasan perlu mengasah kemampuan sebagai detektif, ia mengajak suaminya ke bar As Sekop yang dimaksud dalam iklan itu. Di tengah keramaian pengunjung, Tuppence mendengar teriakan dari booth sebelah dan menemukan seorang wanita berkostum Ratu Hati yang ditikam tepat di jantung. Sebelum meninggal, sang wanita sempat berbisik, 'Bingo...'

6. The Gentleman Dressed in Newspaper (Lelaki Berbaju Koran)
Referensi: Sama dengan di atas.

Wanita berbaju Ratu Hati yang tewas di bar As Sekop diketahui bernama Lady Vere Merivale, istri Sir Arthur Merivale. Kata 'Bingo' yang diucapkan almarhumah sebelum meninggal merujuk pada Kapten Hale, sahabat pasangan tersebut. Diduga Kapten Hale menjalin hubungan gelap dengan Lady Vere tapi belakangan ia mulai tertarik pada seorang wanita Amerika. Tuppence menunjukkan iklan Daily Leader yang serupa dengan kostum koran yang dipakai Kapten Hale saat datang ke bar, dan ternyata cocok dengan robekan yang ditemukan di tangan almarhumah. 


7. The Case of Missing Lady (Kasus Wanita Yang Hilang)
Referensi: The Dissapearence of Lady Frances Carfax dari Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle.

Gabriel Stavansson, penjelajah terkenal yang baru kembali dari ekspedisi selama dua tahun di Kutub Utara, meminta bantuan Kantor Detektif Internasional untuk mencari tunangannya, Hermione Leigh Gordon. Stavansson percaya bahwa Lady Susan Clonray, bibi sang tunangan, mengetahui di mana sebenarnya Hermione berada, tapi tak mau memberitahunya dengan alasan tertentu.


8. Blindman's Buff (Lelaki Buta)
Referensi: Karakter detektif buta Thornley Colton karya Clinton H. Staggs

Mr. Carter memperingatkan T & T bahwa pihak Moscow berkepentingan dengan surat biru mulai curiga ada sesuatu yang tak beres dengan kantor Detektif Internasional. Untuk menghabiskan waktu, Tommy memutuskan mengenakan topeng mata supaya mirip dengan detektif buta Thornley Colton. Saat sedang makan di Hotel Ritz, mereka dihampiri oleh Duke of Blairgowrie dan Kapten Harker. Duke ingin mereka membantu menemukan putrinya yang diculik. Dalam keadaan masih mengenakan topeng, Tommy digiring ke mobil Duke hanya untuk menemukan bahwa pria itu bukan seperti yang diakuinya.


9. The Man who was No. 16 (Laki-laki Nomor 16)
Referensi: Novel The Big Four (Empat Besar) karya Agatha Christie

Kisah terakhir dalam buku ini. T & T mendapat peringatan kedua dari Mr. Carter akan rencana lawan mengirim seorang agen mereka untuk bertemu langsung dengan 'Mr. Blunt'. Sekembalinya ke kantor, T & T menemukan seseorang telah menyobek kalender terlalu banyak hingga menunjukkan tanggal 16. Tak lama kemudian, datang Pangeran Vladiroffsky yang mengaku sebagai 'Nomor 16' dan menyarankan supaya Tuppence yang disangkanya sebagai 'Marise' untuk makan siang bersama di hotel Ritz, baru bertemu kembali dengan Tommy di 'markas besar'. 

Acara makan siang Nomor 16 dan 'Marise' tak luput dari pengawasan Tommy, Mr. Carter dan petugas kepolisian. Namun saat kedua orang itu naik ke lantai atas, belakangan baru diketahui ternyata mereka malah menerobos kamar Mrs. Van Synder, mengikat si penghuni kamar dan melarikan diri setelah membius dan menyandera Tuppence. Jelas Tommy kalut setengah mati. Mampukah ia menyelamatkan sang istri?


Satu hal yang selalu saya nikmati setiap kali membaca novel-novel Agatha Christie yang menampilkan pasangan Tommy dan Tuppence adalah humor. Tidak terkecuali dalam Pasangan Detektif. Bahkan saat sedang berhadapan dengan bahaya pun, mereka masih tak kehilangan rasa humor. Dalam satu cerita, Tommy masih sempat menyarankan si penjahat yang menyekapnya supaya lebih banyak membaca cerita klasik XD 

Selain cerita yang seru dan plot yang bergerak cepat, referensi cerita-cerita detektif karya pengarang lain yang sering muncul juga tak kalah menggelitik. Akan sangat menarik untuk mengetahui bagaimana opini Dame Christie mengenai rekan-rekan sesama penulis yang 'roh' karyanya ditiupkan dalam buku ini ;)


TRIVIA
  • Referensi tentang 'memelihara lebah' dan 'bertanam labu' yang muncul dalam cerita 'The Man who was No. 16' adalah bumbu humor Dame Agatha Christie akan rencana pensiun Sherlock Holmes dan Hercule Poirot.
  • Dalam cerita 'Peri di dalam Rumah', ada adegan T & T sedang memperhatikan foto dengan noda yang menyerupai bentuk peri. Tuppence kemudian menyarankan suaminya untuk menyurati Sir Arthur Conan Doyle. Ini adalah referensi dari Cottingley Fairies, yakni beberapa foto sosok peri yang sempat digunakan Conan Doyle sebagai ilustrasi artikel bertema peri yang dikirimkannya ke majalah Strand.

1 komentar:

  1. owhhh baru tau kalo novel ini adalah kumpulan cerita, hahaha..ketauan deh gaulnya sama poirot doang aku ;p baru pernah baca N or M doang aku untuk cerita T&T. Btw referensinya menarik deh :)

    BalasHapus