31 Mar 2013

Problem at Pollensa Bay (Masalah di Teluk Pollensa)



Judul: Problem at Pollensa Bay and Other Stories
Judul Terjemahan: Masalah di Teluk Pollensa
Penulis: Agatha Christie
Penerjemah: Widya Kirana
Tebal: 288 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Terbit: November 2001 (cetakan keempat)


Masalah di Teluk Pollensa berisi delapan cerita pendek dengan genre dan tokoh yang berbeda. Enam cerita lebih berat ke arah misteri, sedangkan dua cerita lain condong ke arah drama. Inilah kedelapan cerita tersebut:

1. Masalah di Teluk Pollensa (Problem at Pollensa Bay)
Pertama kali dipublikasikan di Strand Magazine edisi 539 pada bulan November 1935.
 
Mr Parker Pyne, "spesialis ketidakbahagiaan" yang tengah berlibur di Majorca dengan enggan turun tangan membantu seorang ibu yang merasa anak lelakinya berhubungan dengan seorang gadis yang tidak baik.


2. Gong Kedua (The Second Gong)
Pertama kali dipublikasikan di Strand Magazine edisi 499 pada bulan Juli 1932. Cerita Hercule Poirot ini ditulis ulang dan diterbitkan kembali dengan judul Dead Man's Mirror.

Seorang tuan rumah yang dikenal tepat waktu justru terlambat datang ke acara makan malam yang diadakannya. Ia ditemukan tewas di depan cermin.

3. Bunga Iris Kuning (Yellow Iris)
Pertama kali dipublikasikan di Strand Magazine edisi 559 pada bulan Juli 1937. Cerita ini dikembangkan menjadi novel Kenangan Kematian (Sparkling Cyanide) dan di dalamnya detektif Hercule Poirot diganti oleh Kolonel Race.
 
Setelah menerima sebuah telepon misterius, Hercule Poirot menempati tempat kosong di meja seorang milyuner. Salah satu orang di meja itu akan menemui ajal sebelum malam berakhir.

4. Perangkat Minum Teh Harlequin (The Harlequin Tea Set)
Pertama kali dipublikasikan di Winter's Crimes oleh Macmillan, 1971.
 
Mr. Satterthwaite yang sedang mengunjungi kawan lamanya bertemu dengan Mr. Harley Quinn yang misterius. Ia yakin kehadirannya di situ memiliki tujuan tertentu.
 
5. Misteri Regatta (The Regatta Mystery)
Pertama kali dipublikasikan di Strand Magazine edisi 546 pada bulan Juni 1936. Awalnya kasus diselesaikan oleh Hercule Poirot sebelum diganti dengan Parker Pyne.
 
Mr. Pyne menerima kasus dari seorang pemuda yang dituduh mencuri berlian.
 
6. Detektif-Detektif Cinta (The Love Detectives)
Pertama kali dipublikasikan di majalah The Story-Teller edisi 236 pada Desember 1926 dengan judul At the Crossroads. Muncul dengan judul The Love Detective dalam buku Three Blind Mice and Other Stories di AS pada 1950.
 
Mr. Satterthwaite dan Mr. Quinn membantu kolega mereka untuk menyelesaikan kasus pembunuhan sekaligus membebaskan sepasang kekasih yang tidak bersalah.

7. Lebih Penting Seekor Anjing (Next To A Dog) 

Pertama kali dipublikasikan di 295 of the Grand Magazine in September 1929.
 
Seorang gadis yang sedang mengalami kesulitan keuangan rela melakukan apa saja demi anjing tuanya.

8. Sekuntum Magnolia (Magnolia Blossom)
Pertama kali dipublikasikan di Royal Magazine edisi 329 pada bulan Maret 1926.
 
Theodora Darrell ingin meninggalkan suaminya, namun ketika sang suami mendapat kesulitan, ia terpaksa bertahan di sisi orang yang tidak ia cintai.


cover terbitan Asa (Portugis)
There's nothing like love
for making you miserable.
There's nothing like love
for making you blue.
Depressed,
Possessed,
Sentimental,
Temperamental,
There's nothing like love
for getting you down.
There's nothing like love
for driving you crazy.
There's nothing like love
for making you mad.
Abusive,
Allusive,
Suicidal,
Homicidal,
There's nothing like love
There's nothing like love...

Teks di atas adalah sepotong lirik lagu yang muncul di cerita ketiga. Cinta memang menjadi tema penting dalam tulisan beliau. Walaupun novel-novelnya tidak  menjadikan roman sebagai jalan cerita utama, namun mereka semua terjadi karena tokoh-tokohnya melakukan perbuatan atas nama cinta. Cinta, dalam berbagai bentuknya, seringkali menjadi motif di balik pembunuhan, motivasi untuk melindungi orang tersayang dari tuduhan, untuk melakukan hal-hal yang mengagumkan dan yang tak terbayangkan.


Dalam buku ini Dame Christie berhasil menyelipkan trik-trik detektif yang sebenarnya sederhana dalam cerita pendek. Memang ada kalanya detail yang dituangkan dalam cerita terlalu berlebihan, tapi itu tidak menjadi masalah kalau kita hanya membaca buku ini untuk mengisi waktu. Favorit saya adalah dua cerita dari Mr. Satterthwaite yang tokoh-tokohnya memiliki latar belakang menarik. Hal lain yang menjadikan buku ini menarik adalah tokoh-tokoh wanita yang berkarakter kuat dalam setiap ceritanya.

Mengingat bahwa beberapa cerita dalam buku ini ada yang diterbitkan ulang, mungkin penggemar karya pengarang ini akan bermaksud untuk melewatkannya begitu saja. Jujur saja, itu bukan ide yang buruk. Namun, bagi pembaca baru, kumpulan cerita pendek seperti inilah yang memperkenalkan mereka pada Agatha Christie dan tokoh-tokohnya. Saya pun tertarik ingin membaca lebih banyak mengenai Parker Pyne dan keahlian khususnya.  

1 komentar:

  1. Hmmm..iya sih, cerita2 dalam buku ini agak kurang kuat ya? Makanya gampang terlupakan, dan biarpun dibaca berkali2 tetep aja nggak inget endingnya gimana hihihi... tapi kalau untuk iseng2 berhadiah sih boleh juga lah buku ini :) bakal terbit cover baru nggak ya?

    BalasHapus