29 Mei 2013

Nemesis



Judul: Nemesis
Penulis: Agatha Christie
Alih Bahasa: Ny. Suwarni A.S.
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 1990 (Cet. Kelima Februari 2013)
Tebal: 371 halaman


Miss Marple
menerima sebuah wasiat dari mendiang Mr. Rafiel, seorang jutawan yang dikenalnya dalam sebuah pelayaran bertahun-tahun yang lalu di Karibia*. Dalam suratnya, Mr. Rafiel mengajukan sebuah tantangan bagi Miss Marple yang sudah bertambah tua dan tidak sesehat dahulu lagi. Ia yakin bahwa tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan pengamatan Miss Marple yang luar biasa. Hadiah besar uang pun tersedia. Hanya saja... dalam surat tersebut tidak disebutkan urusan atau kasus apa yang harus diselesaikan Miss Marple. Yang ada sebuah kata sandi: Nemesis.


Nemesis adalah nama dewi dalam mitologi Yunani yang memberikan pembalasan pada pelaku kejahatan. Nama lainnya berarti 'tidak ada yang bisa lari darinya'. Tokoh mitologi ini memang memiliki persamaan yang jelas dengan Miss Marple, sama-sama memiliki rasa keadilan yang sangat kuat dan tidak bisa membiarkan ketidak-adilan terjadi. Karena rasa hormatnya pada mendiang dan motivasi yang kuat itu Miss Marple menerima tantangannya dan memulai pencarian...


sampul buku terbitan HarperCollins
Instruksi kedua dari Mr. Rafiel menyuruh Miss Marple mengikuti tur The Famous Houses and Gardens of Great Britains -sesuai namanya, adalah tur mengunjungi rumah dan situs terkenal di Inggris Raya. Bersama Miss Marple, ada 16 orang lain, termasuk Mrs. Sandbourne, penanggung jawab tur. Surat Mr. Rafiel tidak menyebutkan tujuan tur tersebut, jadi Miss Marple dan pembaca harus menebak-nebak sendiri maksud tur ini. Mungkinkah di antara keenambelas orang tersebut ada seorang korban, pembunuh, atau seorang saksi? Dengan menjadi dirinya sendiri, seorang wanita tua yang banyak tanya dan selalu ingin tahu, Miss Marple berhasil mengumpulkan informasi dari teman-teman seperjalanannya. Satu-dua orang tampak mencurigakan, tetapi hanya seorang yang bereaksi pada nama Rafiel.

sampul dari penerbit Pocket (1980)
Di salah satu tempat peristirahatan, Miss Marple ditawari menginap di rumah Mrs. Lavinia Glynne dan dua saudaranya, Miss Clotilde dan Miss Anthea Bradbury-Scott yang mengaku sebagai kawan Mr. Rafiel. Buat Miss Marple, ini adalah petunjuk kedua dari Mr. Rafiel. Mrs. Glynne adalah wanita yang manis, sementara kedua saudaranya lebih memberikan kesan mendalam bagi Miss Marple. Beliau merasa Anthea yang berantakan (kata yang saya pilih untuk secara singkat menggambarkan wanita yang agak terganggu) mirip dengan Ophelia - tunangan Hamlet yang 'terlupakan' ketika sang pangeran sibuk membalaskan dendam ayahnya. Sementara itu, Clotilde yang anggun mengingatkannya pada Clytemnestra - kalau Anda pernah nonton Troy, yang ini lebih mudah - Clytemnestra adalah istri Agamemnon yang membunuhnya karena Agamemnon mengorbankan anak mereka pada para dewa demi memenangkan perang. Dari pengurus rumah tangga mereka Miss Marple mendapatkan satu petunjuk lagi, sebuah peristiwa yang menyangkut putra Mr. Rafiel sepuluh tahun yang lalu.
bunga putih di halaman rumah Miss Bradbury-Scott yang menjadi fokus beberapa cover

Selama Miss Marple menghabiskan waktu bersama ketiga saudari itu, seorang anggota tur mengalami kecelakaan yang membahayakan nyawanya. Rasanya tidak mungkin kebetulan. Ternyata memang ada seorang lagi anggota rombongan tur yang berhubungan dengan Mr. Rafiel dan membawa secercah cahaya dalam pencarian Miss Marple. Peristiwa ini juga menjadi peringatan bahwa mereka berurusan dengan seseorang yang berbahaya.

Apakah keadilan yang diinginkan Mr. Rafiel bisa terwujud? Bagaimana Miss Marple bisa menemukan kebenaran dari peristiwa yang sudah lama berlalu?

Selama membaca buku ini saya pun mulai mengerti bahwa Miss Marple bukan sekedar seorang wanita yang ingin tahu, bernalar tajam, dan detektif yang hebat... Miss Marple adalah seorang profiler. Beliau bisa menebak sifat seseorang, apa yang mereka inginkan, apa yang bisa mereka lakukan dan apa yang mereka mampu lakukan. Berdasarkan hal itu, Miss Marple menyusun profil orang-orang yang terlibat dan memutuskan peran mereka dalam peristiwa itu.
Motivasi pelaku yang dipilih dalam novel ini mirip dengan yang saya bahas dalam beberapa novel sebelumnya: Cinta. Tapi.. kali ini ada twist-nya. Bagaimana ya.. coba dibaca sendiri ;D
cover DVD Miss Marple produksi ITV yang diperankan oleh Ruth Wilson

Miss Marple mencari informasinya dengan hal-hal yang kita saja bisa lakukan; mengamati orang-orang, mencatat, dan berbicara.
Pekerjaannya sedikit membosankan, karena tidak ada jalan pintas seperti dokumen atau file kepolisian. Entah berapa kali saya berpikir 'Seandainya saja ada Garcia (Criminal Minds)' XD  

Sebagai pembaca, petunjuk yang diberikan Agatha Christie untuk menyelesaikan kasusnya cukup jelas, terima kasih kepada dialog berulang-ulang dari beberapa orang dengan isi pembicaraan yang hampir sama. Ini hanya sedikit kritik, memang lebih enak kalau isi pembicaraan disingkat, tapi Dame Christie memilih untuk menuliskannya dengan gaya bicara lisan yang walau kurang efektif tapi realistis.

Kalau dipikir, hebat benar Miss Marple ini. Semoga saja kalau kita sudah lanjut usia kita masih sebugar beliau ^^



*Peristiwa di Karibia diceritakan dalam novel Misteri Karibia (A Carribean Mystery)

Trivia:

Nemesis adalah novel Miss Marple terakhir yang ditulis oleh Agatha Christie

2 komentar:

  1. waah iya bener, miss marple itu profiler :) nemesis agak sedikit lamban menurutku, meski suasana mencekam nya masih dapet sih ya...dan baru nyadar kalo kebanyakan covernya memang berunsur si bunga2 putih ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi ingat dulu GPU pernah menerbitkan versi sampul dari penerbit Pocket seperti di atas. Lumayan seram ^^

      Hapus