1 Mar 2013

4:50 from Paddington (Kereta 4.50 dari Paddington)



Judul: 4:50 from Paddington
Judul Terjemahan: Kereta 4:50 dari Paddington
Penulis: Agatha Christie
Alih Bahasa: Lily Wibisono
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 1987 (cet. kelima November 2002)
Tebal: 361 halaman



cover cetak ulang GPU (2007)
Kepuasan berbelanja natal Mrs. McGillicuddy berakhir ketika ia menyaksikan seorang wanita dicekik di kereta api tanpa melihat wajah pelakunya. Sayangnya, pihak berwenang tidak mempercayai ceritanya karena tidak ada korban ataupun mayat yang ditemukan, baik di dalam kereta maupun di sekitar wilayah itu. Mrs. McGillicuddy pun beralih ke sahabatnya, Jane Marple. Miss Marple yang bijaksana mempercayai cerita temannya dan mengajukan kemungkinan bahwa mayat wanita malang itu dibuang kemudian disembunyikan di sekitar jalur kereta. Akan tetapi, dengan usianya yang sudah tua, ia kesulitan untuk pergi menyelidikinya sendiri. Miss Marple kemudian meminta bantuan Lucy Eyelesbarrow untuk sebuah pekerjaan unik: mencari mayat.



sampul dengan judul alternatif
Lucy Eyelesbarrow terkenal sebagai wanita yang sangat terampil. Untuk melaksanakan tugas dari Miss Marple ini ia menerima pekerjaan sebagai pembantu di rumah keluarga Crackenthorpe  yang propertinya, Rutherford Hall, dikelilingi rel kereta. Penghuni tetap di rumah itu adalah Emma Crackenthorpe  dan ayahnya yang sudah tua dan keras kepala. Tuan Crackenthorpe  sangat yakin kalau keempat anaknya ingin ia cepat mati agar mereka mendapat warisan darinya. Hal itu.. sebenarnya tidak salah juga sih soalnya Tuan Crackenthorpe sangat pelit. Di antara putra Crackenthorpe ada Cedric, seorang seniman yang terlalu santai, Harold, seorang pengusaha yang menikahi putri bangsawan, dan Alfred, yang usahanya berbau ilegal. Dua anak Crackenthorpe yang lain, Edmund dan Edith (Edie), sudah meninggal tetapi kabarnya Edmund dulu memiliki seorang istri di Prancis sedangkan Edie meninggalkan suaminya, Bryan Eastley, dan seorang anak, Alexander. Mereka sering mendapat kunjungan dari dokter keluarga yang ramah, dr. Quimper. Lucy, sang pusat cerita, adalah seorang wanita muda yang tidak hanya berperan dalam menemukan mayat, ia juga mengurus rumah Crackenthorpe dan menyediakan informasi bagi Miss Marple untuk menyelesaikan kasusnya. Lucy harus menyembunyikan misinya di tempat itu (selain dari pihak kepolisian) sambil mengelak dari para laki-laki keluarga Crackenthorpe yang kelihatan tertarik padanya.



Mayat wanita yang ditemukan Lucy tidak memiliki identitas dan polisi tidak bisa menemukan apa-apa selain kemungkinan bahwa ia berasal dari Prancis. Hubungannya dengan keluarga Crackenthorpe pun belum diketahui. Inspektur Dermot Craddock dari New Scotland Yard (juga kenalan Miss Marple) dipanggil untuk membantu kepolisian lokal. Emma kemudian mengungkapkan kemungkinan bahwa wanita itu adalah istri mendiang Edmund yang seharusnya datang ke Rutherford Hall sebelum natal, namun tidak ada bukti yang pasti karena kebanyakan dokumen di Prancis hancur di masa perang. Dokter Quimper pun berpikir ada yang berusaha meracuni Tuan Crackenthorpe dengan arsenik. Hal ini menambah kecurigaan pada keluarga Crackenthorpe terutama setelah jatuh dua korban karena arsenik.



movie tie-in cover
4:50 (disingkat) adalah sebuah novel yang cukup sulit untuk direview tapi asyik untuk dibaca. Pembaca yang mencari aksi mungkin akan sedikit bosan karena sebagian besar halamannya mengisahkan Lucy dan interaksinya dengan keluarga Crackenthorpe atau Inspektur Craddock dan penyelidikannya mencari identitas mayat misterius itu. Tapi wajar saja, kan, kalau penyelidikan polisi masa itu  memakan waktu lama? Sementara itu, Miss Marple yang menginap di kota yang sama mendengarkan cerita (curhat?) mereka mengenai perkembangan kasus dengan tenang sambil mengingatkan bahwa semua kasus yang terlihat rumit sebenarnya sederhana saja. Ini adalah novel Miss Marple kedua yang saya baca setelah The Moving Fingers (Pena Beracun) yang hanya sedikit sekali menunjukkan peran Miss Marple. Dari yang saya tangkap, Miss Marple memiliki kebiasaan untuk membandingkan tokoh yang terlibat dengan orang-orang yang sudah dikenalnya dan mendapatkan sifat dasar mereka. Pada akhirnya memang pembunuhnya bisa diakali dengan cerdik walau Miss Marple hanya memiliki sedikit informasi. Miss Marple juga yakin Lucy akan memilih salah satu laki-laki yang ada di situ, yaitu... tidak, sampai akhir saya juga belum tahu siapa yang dimaksudkannya.  

Novel ini sudah beberapa kali diadaptasi menjadi film dan drama televisi. Film pertama adalah film Murder, She Said (1961) yang juga merupakan film pertama yang menampilkan Miss Marple. Dalam film ini Miss Marple sendiri yang menyaksikan pembunuhan dan kemudian pergi menyamar ke Rutherford Hall. Miss Marple diperankan oleh Margaret Rutherford yang humoris. Kabarnya Agatha Christie kurang menyukai adaptasi ini, tapi filmnya sendiri disambut baik kritikus.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar