15 Jan 2013

The Clocks




Judul: The Clocks
Judul Terjemahan: Mayat Misterius
Penulis: Agatha Christie
Alih Bahasa: Julanda Tantani
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 1989 (cet. terbaru September 2012)
Tebal: 392 halaman (cet. terbaru)

Sheila Webb dipanggil untuk menjadi juru ketik di Wilbraham Crescent No. 19 dengan disertai instruksi yang jelas untuk langsung masuk dan menunggu di sebuah ruang duduk. Namun... di ruangan yang berisi terlalu banyak jam itu, ada mayat seorang pria yang tewas ditikam. Karena panik, Sheila berlari keluar rumah dan bertabrakan dengan Colin Lamb (bukan nama sebenarnya) yang kebetulan melintas. Detektif Inspektur Hardcastle yang kebetulan merupakan kawan dekat Colin dipanggil untuk menangani kasus ini. Polisi tidak menemukan identitas pada mayat itu selain sebuah kartu nama agen asuransi. Pemilik rumah, Miss Pebmarsh yang buta, tidak dapat memberikan informasi berarti kepada polisi, karena ia tidak merasa telah menelepon Biro Pengetikan Cavendish tempat Sheila Webb bekerja. Ms. Pebmarsh dengan tegas menambahkan bahwa ia hanya mengenali dua dari enam buah jam yang ditemukan di ruangan itu.


cover terbitan Penerbit Molina, Spanyol
Hardcastle dan Colin tidak menemukan saksi yang bisa membantu di antara para penghuni Wilbraham Crescent. Polisi hanya bisa menunggu munculnya orang yang dapat mengenali mayat itu. Karena buntunya penyelidikan, Colin berinisiatif untuk meminta bantuan kawan lama ayahnya, seorang detektif swasta ternama yaitu... (pasti tebakan Anda benar) Hercule Poirot. Poirot yang sedang bosan yakin bahwa ia bisa memecahkan kasus apa saja tanpa beranjak dari sofanya. Ini bukan hal aneh (maupun kasus pertama yang saya baca tanpa kehadiran Poirot di tempat kejadian perkara) bagi detektif terkenal ini, lagipula, dia dapat memandang kasus secara objektif, tidak seperti Colin yang jelas-jelas tertarik pada Miss Webb. Poirot menyarankan Colin untuk berbicara dengan para tetangga untuk mendapatkan petunjuk yang mereka ketahui tanpa mereka sadari.

cover terbitan Pocket Books, 1965
Di kantor kepolisian, muncul seorang wanita yang mengaku bahwa orang yang terbunuh itu adalah mantan suaminya yang menghilang. Pemeriksaan lanjutan mengungkapkan hal menarik mengenai Sheila. Seorang saksi penting terbunuh. Sementara itu, Colin meneruskan pekerjaannya sebagai agen (penyelidik?) rahasia dan mendapatkan saksi mata dari tempat yang tak terduga (tidak ada hubungannya dengan profesi itu, saya hanya menulisnya di situ karena tidak tahu kapan harus menyampaikan fakta ini). Petunjuk-petunjuk baru pun bermunculan namun hanya Poirot yang dapat menafsirkannya dengan mudah.

Sub-plot yang berupa pekerjaan Colin yang misterius dan hubungan romantisnya dengan Sheila memang menarik tapi juga membuat bingung. Kesimpulan yang saya dapat hanyalah Colin bekerja untuk badan intelejen Inggris dan sedang mencari mata-mata yang membocorkan rahasia ke blok timur. Akan tetapi, saya masih heran kenapa agen sekaliber Colin bisa membuat kesalahan yang sangat remeh ^^; lalu

Terus terang, kebetulan-kebetulan yang terlalu banyak di novel ini hampir tidak mungkin terjadi, namun gaya tulisan Christie (dan terjemahannya yang bisa diandalkan) serta misterinya yang membuat penasaran membuat saya bisa menikmati buku ini sampai akhir.

"Sebab kasus itu begitu rumit. Jika suatu kasus harus kelihatan begitu rumit, maka pasti sebenarnya sederhana saja. Kau mengerti?"

Trivia

  • "Rosemary, hm. Rosemary untuk kenangan." - DI Hardcastle.
Bunga Rosemary (Rosmarinus officinalis) melambangkan ingatan dan kenangan, dipakai dalam beberapa upacara pernikahan dan pemakaman. Ada yang percaya kalau wangi bunga rosemary juga dapat membantu meningkatkan daya ingat.

  • "Aku tidak yakin tentang itu," kata Poirot, "dan bagaimana kabar teman baikku, ayahmu?"
Menurut beberapa situs, inilah ayah dari Colin Lamb yang dibicarakan oleh Poirot.

2 komentar:

  1. Baru nemuin blog ini. Menarik. Dari SMP bacaan saya Agatha Christie. Saya catat semua judul yang pernah saya baca karena tak ingin lupa.
    Ngomong2 sekarang sudah cetak ulang berapa kali ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kurang tahu soal sudah berapa kali cetak ulang karena tiap judul berbeda. Tapi sebagai perbandingan, dari kedua cover The Clocks versi Bahasa Indonesia di atas, yang sebelah kiri adalah cetakan terbaru (September 2012) sedangkan yang sebelah kanan kalau tidak salah terbitan 2003.

      Hapus