25 Des 2012

The Murder of Roger Ackroyd

Sampul versi Indonesia

Judul: The Murder of Roger Ackroyd
Judul Terjemahan: Pembunuhan atas Roger Ackroyd
Penulis: Agatha Christie
Alih Bahasa: Maria Regina
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 1979 (cet. ketujuh Juli 2003)
Tebal: 338 halaman

Di Desa King's Abbot yang biasanya tenang, tidak banyak hal yang terjadi, sehingga ketika Nyonya Ferrars tiba-tiba meninggal menyusul kematian suaminya setahun yang lalu, dokter James Sheppard dipaksa untuk memikirkan kemungkinan adanya kasus yang tidak beres. Kakaknya yang suka bergosip, Christine, berpendapat bahwa Nyonya Ferrars meracuni suaminya, kemudian ia bunuh diri. Hal ini dikonfirmasi oleh Roger Ackroyd, seorang jutawan yang hendak menikahi Nyonya Ferrars. Ackroyd mengakui bahwa ia tahu Nyonya Ferrars diancam oleh seseorang yang mengetahui rahasianya, namun nama orang itu belum diketahuinya. Roger Ackroyd sendiri ditemukan meninggal di ruang kerjanya malam itu berkat sebuah telepon misterius.



Sebagai salah satu orang yang diundang dalam acara makan malam di Fernly Park, tempat tinggal Ackroyd, dr. Sheppard menjadi salah satu saksi yang terakhir melihat Ackroyd dalam keadaan hidup. Setiap orang yang malam itu ada di Fernly Park memiliki alibi yang jelas, jadi tidak heran kalau akhirnya tuduhan dijatuhkan kepada Ralph Paton yang memilih untuk tinggal di Penginapan Three Boars dan tidak memberi tahu siapa-siapa mengenai keberadaaannya di King's Abbot. Ralph adalah anak tiri Ackroyd yang akan mendapat warisan paling besar setelah ia meninggal. Flora Ackroyd, keponakan mendiang sekaligus tunangan Ralph, tidak percaya bahwa Ralph bersalah sehingga ia meminta jasa Hercule Poirot, seorang detektif terkenal yang menjadi pendatang baru di King's Abbot. Detektif ini adalah pria kecil berkumis lebat dengan sikap agak sombong.

Sampul komik adaptasi
Bruno Lachard
Poirot meminta sang dokter untuk menemani penyelidikannya yang unik dengan alasan bahwa Sheppard mengingatkannya dengan kawan baiknya, Hasting. Dokter Sheppard sangat meragukan orang asing ini, apalagi karena ia tidak mau berbagi informasi dan kecurigaannya sebelum pelakunya ditemukan (khas detektif pada umumnya). 

Tidak heran kalau awalnya dr. Sheppard meragukan Poirot, sebab ia memiliki metodenya sendiri yang diungkapkannya sebagai berikut:
"...pegangan saya. Metode, urutan, dan sel-sel kecil berwarna kelabu."
"Sel-sel kecil?" tanya Inspektur Raglan sambil menatapnya dengan tajam.
"Sel-sel kelabu dari otak kita," orang Belgia itu menerangkan.
"Oh, tentu saja; yah, kita semua menggunakannya, saya kira."
"Memang, cuma yang satu menggunakannya lebih banyak dari yang lain," gumam Poirot. "Dan juga, cara orang berpikir itu berlainan. Lagipula kejahatan itu harus juga dilihat dari segi-segi psikologisnya..."
(halaman 114 dalam buku terbitan GPU)
Sampul terbitan
HarperCollins

Dan ketika metode yang disebutkannya itu termasuk memperhatikan hal-hal remeh seperti letak kursi yang bergeser atau gosip para wanita setempat, itu malah membuktikan kalau sel-sel kelabu Poirot memang berbeda dengan orang kebanyakan.

Bersama-sama mereka menemukan beberapa skandal yang memperkuat motif penghuni Fernly Park untuk melakukan pembunuhan. Seperti yang dikatakan Poirot, setiap orang menyimpan rahasia. Dapatkah pelaku ditemukan di antara mereka? Apakah dia adalah si penelepon misterius? Atau orang asing yang dilihat dr. Sheppard di malam sebelum mayat Ackroyd ditemukan? Apakah penyelidikan Poirot akan mengungkap siapa pembunuhnya ataukah malah menambah misteri di King's Abbot? 

Pembunuhan Roger Ackroyd terkenal karena penyelesaiannya yang mengejutkan, membuatnya menjadi salah satu karya terbaik Christie.

Adaptasi
Novel ini sudah diadaptasi menjadi drama panggung dan film yang berjudul Alibi, drama televisi, dan radio.

Trivia
Agatha Christie mendedikasikan buku ini untuk kakaknya, Margaret ("Madge") Frary Watts (1879–1950) yang menyukai cerita detektif yang menuduh semua karakter sebagai pelaku secara bergiliran.

4 komentar:

  1. ini bikin kesel habis2an penyelesaiannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali :) Waktu pertama kali baca, andai saya lebih teliti di bab sebelum pembunuhan terjadi sebenarnya ada satu petunjuk kecil. Saking kecilnya jadi lolos deh ^^

      Hapus
  2. Haha..untuk yg satu ini kok malah gampang ketebak o/ gw, siapa pembunuhnya.
    Tumben. Yg lain malah enggak #jadingeri

    BalasHapus
  3. kereen banget novel christie yang ini, sukaa :D

    BalasHapus